UPT Pusat Layanan Disabilitas Kota Blitar Perkuat Pendidikan Inklusif melalui Program Pendampingan Sekolah
Memperkuat Pendidikan Inklusif di Kota Blitar
Pendidikan merupakan hak setiap warga negara, termasuk anak penyandang disabilitas. Dalam pelaksanaannya, pendidikan inklusif membutuhkan kesiapan sekolah untuk memberikan layanan yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan setiap peserta didik.
Di Kota Blitar, penyelenggaraan pendidikan inklusif terus berkembang. Namun, sekolah masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam memahami kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus, penyusunan Program Pembelajaran Individual (PPI), modifikasi pembelajaran, serta pemenuhan aksesibilitas dan akomodasi yang layak.
Melihat kebutuhan tersebut, UPT Pusat Layanan Disabilitas (PLD) Kota Blitar melaksanakan Program Pendampingan Sekolah Inklusi Tahun 2026 sebagai pilot project. Program ini menjadi upaya untuk memperkuat kapasitas sekolah sekaligus mengembangkan praktik baik penyelenggaraan pendidikan inklusif di Kota Blitar.
Pendampingan Akademik dan Fungsional
Program pendampingan dilaksanakan pada enam satuan pendidikan, yaitu SDN 3 Kepanjenlor, SDN 1 Tanjungsari, SDN 1 Sananwetan, TKN Pembina Kota Blitar, TKN Pembina Kecamatan Kepanjenkidul, dan TKN Sananwetan 2.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi, pembentukan tim inklusi, mini lokakarya, serta asesmen lingkungan belajar dan penyusunan profil peserta didik. Hasil asesmen menjadi dasar dalam menentukan bentuk pendampingan sesuai kebutuhan peserta didik.
Tim UPT PLD hadir langsung ke sekolah untuk memberikan edukasi kepada guru sekaligus mendampingi pelaksanaan program bagi peserta didik. Pendampingan mencakup program akademik dan pengembangan fungsional, seperti Bina Perilaku, Bina Fisik Motorik, dan Bina Bicara.
Pelaksanaan program melibatkan kolaborasi antara UPT PLD, kepala sekolah, GPK/koordinator inklusi, guru, orang tua, serta tenaga ahli terkait. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan sekolah dalam memberikan layanan yang tepat dan berkelanjutan bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Mendorong Sekolah Semakin Siap Melayani Peserta Didik
Program pendampingan memberikan dampak tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi sekolah dan guru. Salah satu hasil yang terlihat adalah meningkatnya perhatian terhadap pentingnya skrining dan asesmen untuk mengenali kebutuhan peserta didik secara lebih tepat. Dalam pelaksanaan tahap pertama, program juga mendorong adanya asesmen lanjutan terhadap peserta didik yang sebelumnya belum teridentifikasi secara optimal.
Berdasarkan survei kepuasan, program dinilai baik dari sisi isi, penyampaian, layanan, serta komunikasi antara UPT PLD dan sekolah. Program juga dinilai relevan dan efektif dalam membantu sekolah menangani peserta didik berkebutuhan khusus serta meningkatkan wawasan dan kompetensi guru.
Dengan demikian, pendampingan menjadi langkah penting untuk membantu sekolah tidak hanya memahami kebutuhan peserta didik, tetapi juga semakin siap merancang dan memberikan layanan pendidikan yang sesuai. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, pendidikan inklusif diharapkan dapat berkembang menjadi layanan yang semakin responsif terhadap keberagaman kebutuhan peserta didik di Kota Blitar.
Dalam pelaksanaannya, Program Pendampingan Sekolah Inklusi masih menghadapi beberapa tantangan, antara lain belum optimalnya sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan sekolah inklusif, waktu pendampingan yang masih perlu dimaksimalkan, serta umpan balik atau laporan pelaksanaan program dari guru yang belum sepenuhnya optimal.
Berbagai hal tersebut menjadi bahan evaluasi bagi UPT PLD dan sekolah untuk memperkuat pelaksanaan program ke depan. Evaluasi tidak hanya menjadi bagian akhir kegiatan, tetapi juga menjadi dasar untuk menentukan tindak lanjut dan pengembangan pendampingan berikutnya.
Hasil pelaksanaan tahap pertama menjadi pijakan untuk melanjutkan Program Pendampingan Sekolah Inklusi Tahap II. Pendampingan selanjutnya diarahkan pada penguatan program, pendampingan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar, pelaporan dan berbagi program bersama orang tua, serta evaluasi dan FGD/parenting.
Keberlanjutan program ini menjadi bagian dari komitmen UPT Pusat Layanan Disabilitas Kota Blitar untuk terus mendampingi sekolah dalam membangun layanan pendidikan yang inklusif. Melalui kolaborasi antara UPT PLD, sekolah, guru, orang tua, dan berbagai pihak terkait, diharapkan setiap peserta didik dapat memperoleh dukungan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensinya.